Saoraja La Pinceng merupakan
salah satu rumah atau istana peninggalan kerajaan Balusu, Kabupaten
Barru. Istana ini menjadi salah satu saksi perjuangan Kerajaan Balusu
melawan penjajahan Belanda. Awal mula kerajaan Balusu diperintah
keturunan raja-raja Gowa.
Namun ketika rakyat Balusu sudah tidak sudi lagi diperintah keturunan
raja-raja Gowa, maka ketua adat kerajaan Balusu memohon kepada kerajaan
Soppeng (Datu Soppeng), Permohonan ini untuk memberikan atau
memperkenankan keturunan Datu Soppeng untuk menjadi raja Balusu. Namun
semua anak laki-laki Datu Soppeng sudah memangku jabatan, maka diutuslah
anak perempuannya, Tenri Kaware untuk menjadi Ratu Balusu.
Setelah Tenri Kaware memerintah kerajaan Balusu beberapa tahun, kemudian digantikan oleh puteranya, Andi Muhammad Saleh. Dalam masa pemerintahan Andi Muhammad Saleh, kerajaan Balusu dalam keadaan aman dan sentosa. Selain itu, kehidupan rakyat penuh kesehjahteraan dan hasil pertanian melimpah ruah. Raja ini terkenal sangat saleh dan berani, sehingga kemudian digelar dengan nama Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu.
Atas jasa-jasanya dalam mempertahankan kerajaan Soppeng dari
kehancuran atas serangan yang dilancarkan gabungan kerajaan Wajo dan
Sidenreng (Musu Belo atau Perang Belo), sehingga dia diberi gelar ‘Petta
Sulle Datue’. Gelar ini juga memberikan kesempatan kepada Andi
Muhammad Saleh untuk menggantikan Datu Soppeng jika berhalangan dan
diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai panglima perang di bagian
barat kerajaan Soppeng. Dalam masa pemerintahannya, Andi Muhammad Saleh
memindahkan pusat kerajaan dari Balusu ke Lapasu dan markas
pertahanannya di Bulu Dua. Di Bulu Dua ini didirikan Saoraja Lamacan
yang terkenal penuh dengan ukiran.
Saoraja La Pinceng sendiri dibuat pada tahun 1895 terletak di Dusun Lapasu atau Bulu Dua Kabupaten Barru. Ukuran Ale Bola atau bangunan rumah induk berukuran kurang lebih 23,50 x 11 meter. Jumlah tiang Saoraja La Pinceng sebanyak 35 buah dengan panjang sekitar 6,50 meter, dan lebar sekitar 5,50 meter. Selain itu, juga terdapat sembilan buah tiang dengan ukuran 3 x 3 meter. Bangunan rumah dapur memiliki panjang sekitar 11 meter dan lebar sekitar 8 meter, dengan jumlah tiang 20 buah (5 x 4), ditambah dua buah tiang antara Ale Bola dengan rumah dapur yang berfungsi sebagai penyambung dan tempat penyanggah tangga belakang.
Selain itu, di dalam lokasi Saoraja La Pinceng terdapat pula beberapa
bangunan antara lain, rumah jaga dengan ukuran sekitar 7,50 x 4 meter,
bangunan panggung pementasan dengan ukuran sekitar 9,50 x 5 meter. Juga
terdapat bangunan kamar mandi dan sumur dengan ukuran sekitar 8,50 x
6,20 meter. Luas lokasi secara keseluruhan sekitar 4.000 meter persegi.





